Home Berita Utama Sangkar Aceh Tenggara Minta Mabes Polri Usut Oknum Penikmat Pupuk Bersubsidi

Sangkar Aceh Tenggara Minta Mabes Polri Usut Oknum Penikmat Pupuk Bersubsidi

19
0

Advokasirakyat.id | Aceh Tenggara (Selasa15/10/2019),terkait kisruh Pembagian Pupuk, Ketua Sangkar Agara (Bung Rudi Tarigan) sedih dan bergetar saa menceritakan mulai kuoata pupuk sampai mekanisme pembagiannya terlebih harga yang tak Manusiawi.

Bung Rudi Tarigan memaparkan “bahwa setiap kios kios pupuk terjadi penumpukan Masyarakat mengantri pupuk bersubsidi,hampir setiap kios diseluruh Aceh Tenggara tidak memakai aturan untuk harga pupuk Bersubsidi ini,” Katanya.

Bila merujuk dari Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk Bersubsidi jelas di Aceh Tenggara sangat menyalahi aturan.
Harga yang sangat berpariasi ditenggarai syarat permainan oknum oknum Distributor, kios bahkan di duga dinas terkait ikut andil dalam melambungnya harga pupuk bersubsidi dilapangan.

Bung Rudi Tarigan menjelaskan dari hasil pantauan beberapa wilayah kecamatan Lawe Sumur 150rb/zak s/d 200rb/zak , pulau Sepang 132500rb/zak,Deleng pekhison 265rb/zak ,Bukit Tusam 140rb/zak ,Lawe sigala 210rb/zak dan pajak pagi daerah kota 150rb/zak ,yang bermodus digandeng dengan produk non subsidi yang sangat menyalahi aturan bahkan kios kios memaksa harus menebus urea bersubsidi bersama produk non subsidi.

“Ini sangat jelas menyalahi aturan peraturan Menteri Pertanian nomor 47/Permentan/SR 310/12/2017 tentang Alokasi dan Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi” ungkap bung Rudi Tarigan.

“Lembaga Sangkar akan segera mengadvokasi Petani untuk menyurati PT.PIM agar mengevaluasi semua Distributor diwilayah Aceh Tenggara untuk segera mencabut izin Distributor yang ditenggarai tidak dapat mengontrol harga di kios kios binaan mereka masing masing”, tegasnya lagi.

Ia juga menyebutkan bahwa Surat juga akan dilayangkan ke Gubernur ,Menteri Pertanian untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap derita petani di Aceh Tenggara. “Kita akan menyurati Gubernur,Mentri Pertanian,bahkan Mabes Polri menyerahkan semua temuan temuan kita terkait pupuk Bersubsidi ini” jelas bung Rudi Tarigan.

Diakhir telepon Bung Rudi Tarigan menjelaskan “permainan pupuk bersubsidi ini sudah seperti lingkaran syaiton,sudah terlalu lama petani dipermainkan dan bersiap siaplah kalian para penikmat pundi pundi dari hasil pupuk bersubsidi ini untuk kami hantarkan ke hotel Borneo alias penjara” (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here