Home Berita Utama Mobil Dinas Mewah Pemkab Pijay, IPEMADU : Tidak Sesuai dengan Visi Misi

Mobil Dinas Mewah Pemkab Pijay, IPEMADU : Tidak Sesuai dengan Visi Misi

18
0

Advokasirakyat.id | Pidie Jaya – Terkait dengan pengadaan mobil mewah untuk Pemkab dan Dewan Pidie Jaya, Ikatan Pelajar Mahasiswa Meureudu (IPEMADU) Banda Aceh menyayangkan kebijakan tersebut karena jenis mobil yang dianggarkan dinilai tidak sesuai dengan visi misi yang dicetuskan pemerintah yaitu efisiensi dalam pembangunan.

Muhammad Ghafar selaku ketua IPEMADU mengatakan sah-sah saja pengadaan mobil baru, yang menjadi sorotannya adalah jenis mobil yang tidak sesuai dengan prinsip efisiensi anggaran. Menurutnya, ditengah kondisi Pijay yang saat ini, anggaran pemerintah seharunya difokuskan untuk program strategis dan konsen menunaikan janji-janji kampanye yang telah dituangkan dalam visi misi pemerintah.

Menanggapi penjelasan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pidie Jaya yang mengatakan bahwa rencana awal yang di beli yaitu Toyota Harrier, cuma harganya mencapai 1,7 M akhirnya yang di usul adalah Toyota Alphard dan Toyota Vellfire yang harganya sekitar 1,2 per unit.

Ghafar mengatakan bahwa itu Toyota Harrier yang tipe paling tinggi, sementara ada yang tipe harganya sekitar 800 juta, di bawah Alphard. Itu kan lebih relevan.
“Mestinya pemerintah fokus mencari terobosan untuk mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik dan pelayanan kesehatan serta menyokong peningkatan kualitas pendidikan. Kan kenyataanya itu yang sekarang banyak dikeluhkan masyarakat” jelas Ghafar.

Ia memberikan contoh soal peringkat Pijay sebagai kabupaten ke empat termiskin dari data yang dikeluarkan BPS yang sempat menjadi perbincangan publik beberapa waktu yang lalu. Walau dibantah oleh pemkab, tetapi pemkab tidak menyertakan data yang valid terkait dengan sanggahan tersebut.

Begitu juga persoalan pengelolaan infrastruktur yang terkesan belum tanggap dan merata, seperti jalan kabupaten yang banyak berlobang, bibir sungai krueng Meureudu sudah luas terkikis, sarana dan prasarana perkantoran pasca rehab rekon yang tidak berkualitas, serta kenyataan hewan ternak yang kerap nongkrong di komplek perkantoran, Sementara dalam hal pelayanan publik menurut Ghafar juga masih lamban dan belum sesuai dengan cita-cita reformasi birokrasi yang dicanangkan.

“Saya juga sering duduk dengan kawan-kawan mahasiswa, mereka meminta agar pemerintah serius dalam meningkatkan kualitas, seperti peningkatan dan transparasni beasiswa serta program-program unggulan lainnya”.

“Terakhir saya berharap kepada pemerintah dan dewan perwakilan rakyat agar jangan anti dengan setiap masukan dan kritikan, jadikan itu bahan evaluasi dan introspeksi, karena sesungguhnya yang disampaikan masyarakat adalah untuk kebaikan dan pembangunan Pijay, demi mewujudkan visi misi pemkab Pijay 2019-2024” tutup Ghafar. (Alja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here