Home Barat Selatan Setahun Pasca Pelantikan, HAMAS Pertanyakan Komitmen AZAM Wujudkan Aceh Selatan Hebat

Setahun Pasca Pelantikan, HAMAS Pertanyakan Komitmen AZAM Wujudkan Aceh Selatan Hebat

53
0

Advokasirakyat.id | Banda Aceh – Tepatnya pada tanggal 27 September 2019 terhitung sejak dilantiknya Pemerintahan Azwir-Amran Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan Periode 2018-2023 kini telah berumur satu tahun. Namun, arah pemerintahan Aceh Selatan Hebat yang dimaksud seakan masih sekedar mimpi-mimpi indah belaka, tanpa arah dari sektor apa yang dikatakan hebat.

“Saya Ucapkan Selamat ya, sudah satu tahun AZAM dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, dan Alhamdulillah Rakyat bisa menilai ya, bagaimana kinerja Azwir-amran selama satu tahun ini,” Kata Kabid Advokasi Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan, Muhammad Hasbar Kuba kepada media, Sabtu (28/09/2019).

HAMAS berharap, setelah setahun dilantik, AZAM harus serius dan berkomitmen dalam menciptakan Aceh Selatan yang hebat .

“Tagline nya pada saat kampanye kemarin kan Aceh Selatan Hebat, ya Bapak Azwir dan Tgk Amran harus wujudkan Itu agar masyarakat Aceh Selatan nantinya tidak mengeluarkan mosi tidak percaya kepada pemimpin. Sampai hari ini kita tidak tau hebatnya dimana apakah hebat dalam melahirkan tim pembulli di media sosial, Wallahu alam,masyarakat bisa menilai sendiri,” ujarnya.

Berbicara Aceh Selatan Hebat, lanju Hasbar, kita kan bisa menilai dari indikator mana Kabupaten kita bisa digolongkan Hebat, Baik itu dari segi Olahraga, Keagamaan seperti MTQ, Hebat Secara Pelayanan Birokrasi, Pendidikannya Hebat, Hebat dalam merealisasi janji kampanye. “Pokoknya Hebat dalam segala lini lah, hehe” Ucap Mahasiswa yang berasal dari Pasie Kuala Bau Kluet Utara ini

Sekarang, kata Hasbar, kita lihat, setelah satu tahun dilantik, apakah Aceh Selatan sudah menunjukkan kehebatannya atau malah terancam masuk dalam relung kedunguan? “Silahkan masyarakat Aceh Selatan menilainya sendiri,” Tegas Hasbar

Menurut HAMAS, 4 tahun tersisa, bukanlah waktu yang singkat untuk pemerintahan ini mewujudkan Aceh Selatan Hebat dan ini tentu saja impian seluruh Masyarakat Aceh Selatan. Kendatipun sudah kebobolan 1-0 maka masih ada waktu untuk bangkit dan bangun dari tidur yang hebat itu.

“Harapan Saya dan mungkin ini juga harapan seluruh masyarakat Aceh Selatan, dalam memperingati setahun dilantiknya pemerintahan Azam ini, eloknya AZAM memberikan kado manis kepada masyarakat Aceh Selatan, Janji Kampanye AZAM seperti Santunan dana kematian dan Subsidi listrik 2 ampere saya rasa harus direalisasikan secepat mungkin,” katanya.

Selain itu, AZAM diminta untuk segera mewujudkan pemerintahan yang sehat dan terbebas dari praktek KKN yang merajalela. “Pemerintah Aceh Selatan harus menuju pemerintah yang clean, and clean governace. Jangan sampai pengangkangan hukum terus dilestarikan hukum mulai dari pengadaan barang dan jasa harus mengacu aturan, bukan justru pemaksaan pemenang sesuai titipan terus digalakkan dengan mengabaikan aturan dan persaingan sehat. Bahkan proses tersebut seakan hanya formalitas yang tak jarang mengangkangi Perpres 16 Tahun 2018 dan Peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2018,” bebernya.

Ia menambahkan, Termasuk dalam proses mutasi. “Bahkan, info tak sedapnya, Sekda Aceh Selatan harus kembali berurusan dengan KASN, karena memaksakan agar kehendak pimpinan dalam proses mutasi terpenuhi, bahkan mirisnya isu adanya indikasi penagihan dan pemaksaan penandatanganan surat pengunduran diri kepada sejumlah SKPK dan pejabat eselon, agar mutasi-mutasi berikutnya tak lagi profesionalitas dan proporsionalitas. Kita justru sangat khawatir jika perjalanan pemerintah terus dibiarkan dalam keadaan sakit seperti itu,” tambahnya.

Pemerintah Aceh Selatan juga dinilai setengah hati dalam penguatan SDM. “Kita bisa lihat sendiri berapa alokasi anggaran untuk Politeknik Aceh Selatan selama ini, bahkan mirisnya jika benar dalam APBK Perubahan Aceh Selatan 2019 alokasinya hanya 0 rupiah. Bayangkan saja kampus yang dilahirkan dari rahim Pemkab itu sendiri pun tak sanggup diperhatikan dengan maksimal. Ini akan jadi musibah baru, karena mustahil mewujudkan Aceh Selatan Hebat tanpa peningkatan kualitas dan penguatan SDM,” imbuhnya.

Agar publik tau, untuk membangun kampus Poltas yang selama ini di polemikkan dan dipolitisir secara lokasi. Hanya ada anggaran sekitar Rp 2 Milyar pertahunnya, sementara kebutuhannya mencapai 30 Milyar. ” Bayangkan jika kampus itu dibangun bertahap dengan anggaran tiap tahunnya demikian, tentu butuh waktu hingga 15 tahun baru terwujud. Semestinya, Bupati dan Wakil Bupati tidak cuma mendengar para pembisik yang sibuk dengan politisasi lokasi tanpa melihat apakah selama ini Pemkab sudah benar-benar memperhatikannya. Jangan cuma berdalih itu urusan kemenristek, tapi Pemkab Aceh Selatan selaku orang tua tentu punya cara bagaimana membuat Poltas yang lahir dari rahimnya dapat diperhatikan secara maksimal,” cetusnya.

Setidaknya, kehadiran kampus secara maksimal dalam mendorong kemajuan di Aceh Selatan menghindarkan pemerintahan Aceh Selatan dari kedunguan. “Tinggal lagi, Pemerintah mau tidak mensupport maksimal setiap karya anak daerah, produk yang dihasilkan kampus dan sebagainya. Jika tidak maka kita tidak paham hebat seperti apa yang terus diiming-imingkan,” pungkasnya. (Agus/Rls)¬†

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here