Home Berita Utama Gonta-Ganti Pejabat Kinerja Plt Gubernur Aceh Lambat

Gonta-Ganti Pejabat Kinerja Plt Gubernur Aceh Lambat

20
0

Advokasirakyat.id | Banda Aceh – Syarbaini salah seorang pemuda Aceh, sangat menyesalkan sejumlah keputusan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, akhir-akhir ini yang cenderung mendapat reaksi negatif dari publik.

Kami meminta agar Plt. Gubernur lebih baik fokus pada ikhtiar menunaikan janji-janji kampanye pada Pilkada 2017 lalu daripada sibuk pada urusan gonta-ganti pejabat agar Plt. Gubernur menghindari cara-cara arogan dalam menjalankan roda pemerintahan Aceh. Arogansi dalam pengambilan kebijakan hanya akan menimbulkan reaksi negatif dan polemik di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini tentu tidak selaras dengan semangat ‘goodgovernance’ yang dijalankan secara demokratis. Bukankah saudara Plt. Gubernur selalu mendengungkan kalau saudara akan menerapkan prinsip ‘glass box manajement’ dalam menjalankan roda organisasi pemerintah Aceh.

Kami juga mengingatkan agar Plt. Gubernur lebih baik benar-benar fokus pada upaya untuk mewujudkan semua janji-janji kampanye Irwandi-Nova kepada rakyat Aceh pada Pilkada 2017 lalu. “Tolong diingat, rakyat sekarang sedang menunggu realisasi dari janji-janji yang telah diucapkan,” tegasnya.

Menurut kami, program “Aceh Hebat” yang dibagi dalam 15 program unggulan, sekarang ini sudah terangkum dalam Qanun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2017-2022 Jadi tak ada alasan lagi menunda-nunda untuk menunaikan semua janji kampanye. Kami berharap agar 15 program prioritas ini tetap jadi patron dalam pengambilan kebijakan anggaran dan pembangunan oleh Pemerintah Aceh ke depannya.

Kami menilai, saat ini Pemerintah Aceh lebih baik fokus untuk segera melaksanakan kegiatan pembangunan yang telah dianggarkan dalam APBA 2019. Jangan lagi menunda-nunda sehingga janji kampanye bukan sekadar puisi indah atau hanya manifesto politik temporer untuk meraih dukungan rakyat pada saat pemenangan Pilkada semata.

Kami berharap kepada Plt. Gubernur Aceh untuk melibatkan seluruh stakeholder terkait dalam setiap rencana pengambilan kebijakan strategis agar dapat diterima oleh semua pihak. Bukankah untuk mewujudkan Aceh lebih kedepan kita butuh kerja kolektif dengan melibatkan seluruh sumber daya dan elemen yang ada di Aceh. Tutupnya. (Agus/Rls) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here