Home Berita Utama Mahasiswa UIN Ar-Raniry Minta Unsyiah Pecat Presma

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Minta Unsyiah Pecat Presma

72
0

Advokasirakyat.id | BANDA ACEH – Viralnya berita tentang statement yang dikeluarkan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Rival Perwira yang menginginkan Ibu Kota Republik Indonesia dipindahkan ke Aceh, dan jika hal tersebut tidak terwujud maka emas di Monas harus dikembalikan ke Aceh. Statement tersebut sontak menarik perhatian Rahmat Hidayat yang selaku mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Rahmat Hidayat mengatakan, bahwa Presma Unsyiah tidak pantas jika mengatakan emas di Monas harus dikembalikan, karena menurut beliau Presma Unsyiah bukanlah putera Aceh dan masyarakat Aceh sendiri tidak pernah meminta agar emas di Monas dikembalikan ke Aceh. Beliau juga mengatakan bahwa hal tersebut sangat tidak etis dan juga merupakan hal yang tercela dalam Islam jika sesuatu yang sudah disedekahkan kemudian diminta kembali.

“Saya sontak terkejut, membaca berita yang sekarang viral dimana-mana, beliau (Presma Unsyiah) mengatakan bahwa Ibu Kota Republik Indonesia harus dipindahkan ke Aceh, dan jika tidak maka emas di Monas harus dikembalikan. Saya selaku pemuda Aceh ikut tersinggung. Orang Islam, khususnya di Aceh, jika sudah memberikan sesuatu dengan keikhlasan maka kami tak pernah meminta kembali. Saya rasa Presma Unsyiah yang bukan putera Aceh, sudah melukai perasaan orang Aceh”, Ujar Rahmad Hidayat, Sabtu (31/08/2019).

Kemudian ia juga mendesak Unsyiah agar memecat Presma, karena dinilai selama ini hampir tidak pernah terlihat dalam berbagai aksi yang memperjuangkan masyarakat Aceh. Beliau mengatakan, hal tersebut tidak mencerminkan Unsyiah yang dinobatkan sebagai Kampus “Jantung Hate Orang Aceh”.

“Kami sangat kecewa dengan pernyataan Presma Unsyiah yang meminta kembali emas di Monas, hal tersebut sangat merusak marwah orang Aceh dan juga dalam Islam merupakan perbuatan tercela.

Saya minta kepada Unsyiah supaya Presma sekarang dipecat dan diganti, karena beliau juga hampir tidak pernah hadir dalam aksi yang memperjuangkan masyarakat Aceh.

Harusnya, Kampus Jantung Hate Rakyat Aceh yang merupakan gelar Kampus Kopelma, haruslah menjadi garda terdepan masyarakat Aceh, bukan malah mencederai dan membuat malu Aceh”, tutupnya. (Alja/Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here