Home Berita Utama M.Faidzal Rizki : Presma Unsyah Belajar Dululah Ideologi Ke-Acehan, Baru Komentar

M.Faidzal Rizki : Presma Unsyah Belajar Dululah Ideologi Ke-Acehan, Baru Komentar

30
0
M. Faidzal Rizki ( Ketua BEM Fakultas Hukum Unmuha Aceh). *Foto: Alja

Advokasirakyat.id | Banda Aceh – Wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, salah satunya dari Presiden Mahasiswa Unsyiah yang mengundang Kontroversi dari berbagai kalangan maupun Lembaga Mahasiswa, Sabtu (31/8).

Pantauan media, tanggapan lain juga dari Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unmuha (M.Faidzal Riski), Menurutnya Aceh mempunyai marwah yang sangat tinggi, “Statemen yang di keluarkan Presma Unsyiah sangatlah tidak Sesuai fakta yang ada, dimana Jika rakyat Aceh sudah memberi,pantang untuk meminta kembali”, Katanya.

Pernyataan dari Presiden Mahasiswa unsyiah tersebut yang sekiranya ibukota di pindahkan,kembalikan Emas monas itu sangat bertolak belakang dengan sifat orang Aceh , “meunyo lam bahasa Aceh nyan geu khen geu khen meukure seungke” meunyo talake pulang peu yang kaleuh tajok “,Ujar Gubernur Mahasiswa FH Unmuha yang juga Aktivis kelas kakap.

Ia juga Melontarkan bahwa “Seharusnya judul berita yg dimuat oleh beberapa media cetak jangan mengatas namakan mahasiswa secara umum, jika begitu statementnya bikin malu mahasiswa lain saja”, Saya heran kenapa setingkat presiden mahasiswa Unsyiah tidak bisa memahami sifat orang Aceh padahal dia adalah seorang pemimpin di organisasi mahasiswa Unsyiah yg selama ini di sebut dengan jantong hate rakyat Aceh” . “Bek jak peuhaye droe nyoe hana meuphom. Makajih perle that ta belajar tentang ke Acehan tanyo mahasiswa nak tatukre indatu tanyo kiban”, (Jangan so hebat kalau anda tidak paham, belajar dulu tentang sifat Orang Aceh), Ujarnya lagi.

Menurut Faidzal, Menjadi pimpinan organisasi itu harus cakap dalam menanggapi hal-hal seperti ini, bukan malah menanggapi dengan pernyataan tidak berbobot seperti itu. Se akan-akan terlihat ada unsur mencari nama melalui Penyataan tersebut.

Terakhir, Faidzal juga sangat meragukan pengetahuan seorang presiden mahasiswa Unsyiah tersebut tentang Aceh ini. Dia harus belajar banyak bagaimana Aceh ini, bagaimana Kedermawanan rakyat dari dulu sampai sekarang ini, Tutupnya. (Alja/Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here