Home Berita Utama Penerbangan Maskapai Saat idul Adha Diminta Berhenti Semenntara, Pemuda Aceh Besar Menyayangkan

Penerbangan Maskapai Saat idul Adha Diminta Berhenti Semenntara, Pemuda Aceh Besar Menyayangkan

11
0

Ilutrasi Bandara SIM (Foto:Alja)
.
Aceh Besar, AdvokasiRakyat.id Pemuda Aceh Besar sangat prihatin dan menyayangkan atas keluarnya Himbauan Bupati Aceh Besar bernomor 451/3442/2019 perihal menghentikan Penerbangan Pesawat saat Idul Adha dan Idul Fitri.

Sikap pemuda Aceh Besar tersebut terungkap pada Forum Diskusi “Ngobrol Pagi (NGOPI) Pemuda Aceh Besar, Minggu (28/7) pagi di Ngohya Kupi, Cet iri, Aceh Besar.

Pada forum diskusi yang bertemakan “Menguji Esensi Kebijakan Bupati Terhadap Pembangunan Aceh Besar” tersebut melahirkan dua rekomendasi.

Pertama, Pemuda Aceh Besar menilai Kebijakan tersebut tidak ada esensinya terhadap kemajuan pembangunan di Aceh Besar. Selain itu Himbauan tersebut tidak menjawab segala persoalan dan permasalahan kronis yang di hadapi oleh Masyarakat Aceh Besar.

Kalau alasannya menghormati Idul Adha, maka baiknya Bupati Aceh Besar melakukan Qurban sebanyak – banyaknya dan di bagikan kepada fakir miskin di Aceh Besar, dan kalau alasannya Syariat Islam maka Bupati Aceh Besar harus mebutup Bandara setiap kali Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) termasuk setiap hari Jumat.

Padahal alangkah lebih baik Bupati Aceh Besar fokus pada janji-janji Kampanyenya dulu yang hingga saat ini belum terealisasi. Serta fokus pada kerjanya sebagai Pemimpin Daerah yang memimpin dan mengarahkan Pembangunan untuk kemajuan Daerah, Papar Fakhrurazi selaku Inisiator Forum NGOPI Pemuda Aceh Besar.

Kendati Demikian, anggota forum menilai bahwa himbauan tersebut upaya Mawardi Ali selaku Bupati Aceh Besar dalam melakukan penggalihan issue atas retaknya hubungan dengan Wakil Bupati Aceh Besar Waled Husaini.

Seperti diketahui bersama bahwa retaknya hubungan pemerintah eksekutif Aceh Besar mengakibatkan konflik di dinas-dinas, dan badan pemerintahan daerah Aceh Besar sehingga makin lambannya kinerja Pemkab.

Rekomendasi kedua ialah, Pemuda Aceh Besar akan menyurati (Angkasa Pura II) selaku otoritas pelaksana Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda untuk tidak mematuhi himbauan Bupati dan menjalankan operasional Bandara pada Idul Adha nanti seperti biasa.

Hal tersebut dinilai karena Himbauan Bupati Aceh Besar tidak merepresentatifkan kemauan Masyarakat Aceh Besar. Sehingga selaku forum diskusi yang bersifat terbuka, Kami menolak himbauan Bupati Aceh Besar. Tambah Fakhrul.

Selain itu, Forum diskusi NGOPI Pemuda Aceh Besar mengaku malu atas kebijakan Bupati Aceh Besar yang tidak berlandaskan logika dan akal sehat.

Hadir pada diskusi perdana NGOPI Pemuda Aceh Besar tokoh-tokoh muda Aceh Besar seperti Husaini Arsyad pengusaha Muda Aceh Besar / KADIN Aceh, Radhi Darmansyah (Akademisi, Praktisi), Juanda Djamal (Anggota DPRK terpilih), perwakilan Mahasiswa, dan perwakilan komunitas lainnya.

Kedepan Forum Diskusi akan menjalankan rutinitasnya setiap akhir minggu dengan melibatkan semua golongan di Aceh Besar untuk memberikan solusi-solusi atas pembangunan di Aceh Besar. (Alja/Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here